WHAT'S ON

Kombinasi Alkohol yang Dapat Menimbulkan Risiko Kesehatan

Meskipun menikmati hidangan lezat bersamaan dengan minuman beralkohol di resto bar atau cafe live music adalah kebiasaan sosial yang umum, ada beberapa makanan yang dapat meningkatkan risiko kesehatan jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Penting untuk memahami interaksi antara makanan dan alkohol agar kita dapat menikmati kebersamaan tanpa mengorbankan kesehatan. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari ketika kamu mengonsumsi alkohol.

  1. Makanan Pedas

Makanan pedas dapat meningkatkan efek panas dan ketidaknyamanan di perut, terutama ketika dikombinasikan dengan alkohol. Keduanya dapat merangsang produksi asam lambung, meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan gastritis. Jadi lebih baik hindari makanan pedas dalam bentuk apapun ketika kamu mengonsumsi minuman beralkohol.

  1. Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak, seperti makanan berlemak dan berminyak, dapat memperlambat penyerapan alkohol oleh tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan alkohol tinggal lebih lama dalam sistem pencernaan, meningkatkan risiko keracunan alkohol dan tentunya merusak kinerja hati.

  1. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam seperti keripik kentang dan keripik lainnya dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat diperparah oleh efek dehidrasi alkohol. Konsumsi bersamaan dapat meningkatkan tekanan darah dan menimbulkan risiko masalah kesehatan jantung.

  1. Makanan Fermentasi

Makanan yang mengandung bakteri probiotik atau mengalami proses fermentasi, seperti yoghurt, kimchi, atau acar lainnya; dapat berinteraksi dengan alkohol dan menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Hal ini disebabkan oleh kombinasi bakteri dan ragi yang dapat menghasilkan gas di dalam sistem pencernaan.

  1. Makanan Asam

Buah-buahan asam atau saus asam dapat menyebabkan iritasi pada lambung, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam dan masalah pencernaan lainnya.

  1. Makanan Kemasan dan Olahan

Makanan kemasan dan olahan seperti daging asap, sosis, nugget, dan lainnya; seringkali mengandung bahan tambahan dan pengawet yang dapat berinteraksi dengan alkohol, menyebabkan keracunan atau reaksi yang merugikan bagi sistem pencernaan.

  1. Makanan Tinggi Gula

Makanan tinggi gula dapat menyebabkan penyerapan alkohol menjadi lebih cepat, meningkatkan risiko mabuk atau kontrol atas konsumsi alkohol menjadi lebih sulit. Selain itu, kombinasi gula dan alkohol dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan masalah metabolisme di kemudian hari.

  1. Makanan dengan Kafein Tinggi

Minuman atau makanan yang mengandung kafein tinggi, seperti kopi atau cokelat, dapat meningkatkan dehidrasi tubuh, terutama ketika dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol. Kombinasi ini dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan ketidaknyamanan lainnya.

Penting untuk diingat bahwa toleransi terhadap kombinasi makanan dan alkohol berbeda-beda untuk setiap orang. Faktor lain seperti kondisi kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan kebiasaan makan dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespon kombinasi tersebut. Kalau kamu memiliki kekhawatiran kesehatan atau masalah pencernaan saat mengonsumsi minuman beralkohol, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi makanan dan alkohol secara bersamaan.

Latest Posts

Kulik Artis NIKI: Dari Jakarta Menuju Global Buzz

Rasanya tidak mungkin jika sampai sekarang belum mengenal NIKI. Menjadi salah satu musisi paling populer yang berasal dari Indonesia, NIKI

Kuliner Unik Penuh Nostalgia dari Helen’s Night Mart by HW Group

Popular Posts

Kamu Merasa Lelah Sepanjang Hari? Hati-hati, Jangan-jangan Kamu Mengalami Burnout!