{"id":10826,"date":"2026-08-29T13:58:49","date_gmt":"2026-08-29T06:58:49","guid":{"rendered":"https:\/\/wekendvibe.com\/panduan-wine-untuk-pemula\/"},"modified":"2026-08-29T13:58:49","modified_gmt":"2026-08-29T06:58:49","slug":"panduan-wine-untuk-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/","title":{"rendered":"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika pertama kali berdiri di depan rak minuman di supermarket atau restoran, deretan botol dengan label asing dan warna cairan yang berbeda bisa terasa sangat membingungkan. Ada botol berisi cairan merah pekat, kuning keemasan, hingga merah muda cerah. Bagi yang baru pertama kali ingin mencobanya, deretan pilihan ini sering kali membuat ragu: <em>mana yang rasanya enak? Mana yang tidak terlalu pahit? Dan apa sebenarnya perbedaan mendasar di antara semuanya?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini dirancang khusus untuk pembaca yang ingin mengenal dunia wine dari nol. Tanpa istilah yang terlalu kaku atau menggurui, panduan ini akan membantu mengenali perbedaan <em>red wine<\/em>, <em>white wine<\/em>, dan <em>ros\u00e9<\/em>, sekaligus membimbing dalam memilih botol pertama yang paling sesuai dengan selera.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Mengenal Wine untuk Pemula<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, wine adalah minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi jus buah anggur segar. Berbeda dengan anggur biasa (<em>table grapes<\/em>), buah anggur khusus wine (<em>Vitis vinifera<\/em>) memiliki kulit yang lebih tebal, biji, dan tingkat keasaman yang khas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, proses pembuatannya dimulai dari pemerasan buah anggur hingga menghasilkan jus (<em>must<\/em>). Ragi alami atau ragi buatan kemudian ditambahkan untuk mengubah gula alami dalam jus tersebut menjadi alkohol. Warna yang berbeda pada akhirnya tercipta dari seberapa lama kulit buah anggur dibiarkan bersentuhan dengan jus selama proses fermentasi berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum melangkah lebih jauh ke jenis-jenisnya, ada beberapa istilah dasar yang wajib diketahui agar lebih mudah memahami penjelasan selanjutnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Tannin<\/em>: Senyawa alami yang berasal dari kulit, biji, dan tangkai buah anggur (serta tong kayu ek). Tannin memberikan sensasi sepat atau rasa kering di lidah, mirip seperti saat menyeduh teh hitam pekat tanpa gula.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Acidity<\/em>: Tingkat keasaman alami dalam wine yang memberikan sensasi segar, renyah, dan membuat air liur terasa aktif di dalam mulut.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Body<\/em>: Menggambarkan seberapa &#8220;berat&#8221; atau &#8220;tekstur&#8221; wine terasa di dalam mulut. Wine\u00a0 dengan <em>body<\/em> ringan terasa seperti air putih, sementara <em>body<\/em> berat terasa lebih pekat dan kental, mirip susu segar.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Dry<\/em>: Istilah untuk menyatakan bahwa wine tidak manis atau memiliki sedikit sekali sisa gula, karena hampir seluruh gula telah berubah menjadi alkohol.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Sweet<\/em>: Kebalikan dari <em>dry<\/em>, menunjukkan adanya sisa gula alami yang membuat rasa wine terasa manis di lidah.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Finish<\/em>: Kesan atau jejak rasa yang tertinggal di tenggorokan beberapa saat setelah tegukan ditelan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Red Wine, White Wine, dan Ros\u00e9: Apa Bedanya?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memudahkan pemahaman awal, perhatikan tabel perbandingan karakteristik umum dari ketiga jenis wine utama di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Jenis Wine<\/strong><\/td><td><strong>Warna<\/strong><\/td><td><strong>Karakter Umum<\/strong><\/td><td><strong>Body<\/strong><\/td><td><strong>Acidity<\/strong><\/td><td><strong>Cocok Untuk<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><em>Red Wine<\/em><\/td><td>Merah ruby hingga keunguan<\/td><td>Buah hitam\/merah, ber-<em>tannin<\/em>, hangat<\/td><td>Medium hingga <em>Full<\/em><\/td><td>Rendah hingga Medium<\/td><td>Daging merah, hidangan berbumbu kuat<\/td><\/tr><tr><td><em>White Wine<\/em><\/td><td>Kuning jerami, hijau muda, keemasan<\/td><td>Buah tropis, citrus, segar, minim <em>tannin<\/em><\/td><td>Light hingga Medium<\/td><td>Medium hingga Tinggi<\/td><td><em>Seafood<\/em>, unggas, hidangan saus <em>creamy<\/em><\/td><\/tr><tr><td><em>Ros\u00e9<\/em><\/td><td>Merah muda pucat hingga <em>salmon<\/em><\/td><td>Buah beri segar, bunga, menyegarkan<\/td><td>Light hingga Medium<\/td><td>Segar dan renyah<\/td><td>Makanan ringan, salad, menu santai<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>1. Red Wine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Red wine<\/em> dibuat dari buah anggur merah atau hitam. Yang membuat warna cairannya menjadi merah adalah proses <em>maceration<\/em>, yaitu merendam kulit buah anggur bersama jusnya selama proses fermentasi. Kulit anggur inilah yang menyumbangkan warna sekaligus kandungan <em>tannin<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena keberadaan <em>tannin<\/em>, <em>red wine<\/em> umumnya memiliki karakteristik rasa yang lebih berstruktur, hangat, dan terkadang meninggalkan kesan sepat di langit-langit mulut. <em>Body<\/em> yang dimiliki bisa beragam, mulai dari yang ringan hingga sangat pekat (<em>full-bodied<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa varietas anggur merah yang populer meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Pinot Noir<\/em>: Karakter rasanya ringan, didominasi buah beri merah (seperti ceri dan stroberi), dengan <em>tannin<\/em> yang sangat lembut. Sangat ramah bagi pemula.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Merlot<\/em>: Memiliki karakter buah yang matang, tekstur yang halus, dan <em>tannin<\/em> yang tidak terlalu mencolok.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Cabernet Sauvignon<\/em>: Karakter rasanya lebih tegas, <em>bold<\/em>, dengan <em>tannin<\/em> yang kuat dan aroma rempah atau <em>blackcurrant<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Malbec<\/em>: Cenderung pekat, bernuansa buah hitam, dengan sensasi rasa yang hangat di tenggorokan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter sebuah <em>red wine<\/em> tidak hanya ditentukan oleh jenis buahnya (<em>grape variety<\/em>), tetapi juga wilayah geografis, iklim tempat anggur tumbuh, teknik pembuatan (<em>winemaking<\/em>), hingga proses pematangan di dalam tong kayu (<em>aging<\/em>). Jenis ini sangat cocok dipilih saat menikmati hidangan daging merah atau makanan dengan bumbu kaya rempah.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>2. White Wine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bertolak belakang dengan <em>red wine<\/em>, <em>white wine<\/em> dibuat dengan memisahkan kulit buah anggur sesegera mungkin setelah diperas. Jus yang difermentasi hanyalah bagian cairannya saja tanpa kulit, sehingga tidak menghasilkan <em>tannin<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik utama <em>white wine<\/em> terletak pada kesegarannya, tingkat keasaman yang lebih hidup (<em>crisp<\/em>), serta aroma buah-buahan cerah seperti apel, pir, lemon, atau buah tropis. <em>White wine<\/em> hadir dalam spektrum rasa yang luas, mulai dari <em>bone-dry<\/em> (sama sekali tidak manis) hingga <em>sweet<\/em> (manis).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Varietas anggur putih yang ramah dicoba antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Sauvignon Blanc<\/em>: Terkenal dengan keasamannya yang tinggi, aroma citrus yang kuat, serta rasa yang segar dan tajam di lidah.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Chardonnay<\/em>: Memiliki variasi gaya yang luas. Ada yang berasa segar ringan, ada pula yang bertekstur lebih <em>creamy<\/em> karena proses fermentasi di dalam tong kayu ek.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Riesling<\/em>: Pilihan ideal bagi yang menyukai sentuhan rasa manis berpadu dengan keasaman tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Pinot Grigio<\/em> (atau <em>Pinot Gris<\/em>): Ringan, bersih, dan sangat mudah dinikmati tanpa rasa yang terlalu rumit.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>White wine<\/em> biasanya disajikan dalam kondisi dingin dan menjadi pendamping sempurna untuk hidangan laut, daging ayam, atau makanan berkuah segar.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>3. Ros\u00e9 Wine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak yang mengira bahwa <em>ros\u00e9<\/em> dibuat dengan mencampurkan <em>red wine<\/em> dan <em>white wine<\/em> secara asal. Faktanya, metode tersebut sangat jarang digunakan dalam pembuatan <em>ros\u00e9<\/em> berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ros\u00e9<\/em> dibuat dari buah anggur merah, namun kulitnya hanya dibiarkan bersentuhan dengan jus dalam waktu yang sangat singkat\u2014biasanya hanya beberapa jam saja. Begitu jus mulai berubah warna menjadi merah muda, kulit anggur disingkirkan, dan proses fermentasi dilanjutkan layaknya pembuatan <em>white wine<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah <em>ros\u00e9<\/em> selalu manis? Jawabannya adalah tidak. Sebagian besar <em>ros\u00e9<\/em> di dunia diproduksi dalam gaya <em>dry<\/em> (kering) yang menyegarkan, dengan karakteristik rasa yang menyerupai buah beri segar, jeruk nipis, dan aroma bunga. Karakter <em>body<\/em>-nya berada di antara <em>red<\/em> dan <em>white wine<\/em>, menjadikannya pilihan yang sangat fleksibel untuk berbagai suasana santai.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Red, White, atau Ros\u00e9: Mana yang Cocok untuk Pemula?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menentukan pilihan pertama sering kali membingungkan karena preferensi lidah setiap orang berbeda. Panduan sederhana berikut dapat dijadikan pegangan berdasarkan preferensi rasa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Suka rasa buah yang ringan dan tanpa rasa sepat? Coba <em>Pinot Noir<\/em> (<em>red<\/em>) atau <em>Pinot Grigio<\/em> (<em>white<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Suka rasa yang segar, asam, dan beraroma <em>citrus<\/em> tajam? Coba <em>Sauvignon Blanc<\/em> (<em>white<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Suka wine dengan rasa lebih hangat, kaya, dan bertekstur tebal? Coba <em>Merlot<\/em> (<em>red<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Suka rasa buah yang menyegarkan tanpa kerumitan <em>tannin<\/em> tinggi? Coba <em>Ros\u00e9<\/em> bergaya <em>dry<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Belum begitu suka rasa <em>tannin<\/em> yang kuat? Hindari <em>Cabernet Sauvignon<\/em> atau <em>Syrah<\/em> untuk tahap awal pencicipan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyukai sensasi manis? Cari botol dengan keterangan label <em>off-dry<\/em>, <em>semi-sweet<\/em>, atau pilih varietas seperti <em>Riesling<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Cara Memilih Wine untuk Pemula<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar tidak salah langkah saat membeli botol pertama, perhatikan beberapa langkah praktis berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tentukan tujuan atau acara: Apakah botol tersebut akan dinikmati untuk makan malam santai, perayaan khusus, atau sekadar melepas penat di akhir pekan?<\/li>\n\n\n\n<li>Kenali preferensi dasar lidah: Apakah menyukai sensasi asam segar, rasa buah yang manis, atau tekstur yang pekat?<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan terpaku pada harga mahal: Harga tinggi tidak otomatis menjamin rasa yang disukai oleh lidah pemula. Banyak pilihan botol berkualitas dengan harga ramah di kantong.<\/li>\n\n\n\n<li>Mulai dari varietas tunggal (<em>varietal<\/em>): Pilihlah botol yang mencantumkan nama anggurnya secara jelas di label (seperti <em>Chardonnay<\/em> atau <em>Merlot<\/em>), karena profil rasanya lebih mudah dikenali.<\/li>\n\n\n\n<li>Catat kesan setiap botol: Membuat catatan kecil mengenai merek atau varietas yang baru dicicipi akan sangat membantu saat ingin membeli botol berikutnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Cara Membaca Label Wine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Label pada botol wine sekilas tampak rumit, namun sebenarnya memuat informasi penting yang cukup mudah diartikan jika tahu kuncinya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Grape Variety<\/em> (Varietas Anggur): Jenis buah anggur yang digunakan, misalnya <em>Cabernet Sauvignon<\/em> atau <em>Chardonnay<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Region<\/em> (Wilayah Asal): Daerah atau negara tempat anggur dibudidayakan (misalnya Bordeaux di Prancis, Napa Valley di California, atau McLaren Vale di Australia).<\/li>\n\n\n\n<li><em>Vintage<\/em> (Tahun Panen): Tahun buah anggur dipetik dan dipanen. Informasi ini penting karena iklim tahunan dapat mempengaruhi karakter rasa wine.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Appellation<\/em> (Apliokasi): Standar hukum daerah asal yang mengatur cara dan aturan pembuatan wine tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Alcohol by Volume<\/em> (ABV): Kadar kandungan alkohol dalam botol, yang umumnya berkisar antara 11% hingga 15%.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Cara Menyajikan Red, White, dan Ros\u00e9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menikmati wine tidak lepas dari cara penyajian yang tepat agar karakteristik rasanya keluar secara optimal:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Suhu penyajian: <em>White wine<\/em> dan <em>ros\u00e9<\/em> paling nikmat disajikan dalam kondisi dingin (namun tidak dibekukan), sedangkan <em>red wine<\/em> umumnya paling ideal dinikmati pada suhu ruang sejuk (sekitar 15\u201318\u00b0C).<\/li>\n\n\n\n<li>Jenis gelas: Gunakan gelas bertangkai agar suhu tangan tidak langsung memanaskan cairan di dalam mangkuk gelas. Gelas untuk <em>red wine<\/em> biasanya berukuran lebih besar dan membulat, sementara gelas <em>white wine<\/em> berukuran sedikit lebih ramping.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuka botol: Untuk <em>red wine<\/em> berselera tebal, membuka botol 15 hingga 30 menit sebelum diminum dapat membantu aromanya terbuka dengan lebih baik (<em>breathing<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Penyimpanan sisa botol: Jika wine tidak habis dalam sekali minum, tutup kembali botol dengan rapat dan simpan di dalam kulkas agar kualitasnya bertahan hingga 2\u20133 hari ke depan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Wine Pairing untuk Pemula<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memadukan wine dengan makanan (<em>food pairing<\/em>) bertujuan menciptakan keseimbangan rasa yang saling melengkapi. Berikut panduan sederhana yang ramah bagi pemula, termasuk memadukannya dengan ragam kuliner khas Indonesia:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Makanan<\/strong><\/td><td><strong>Wine yang Bisa Dicoba<\/strong><\/td><td><strong>Alasan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><em>Steak<\/em> atau daging panggang<\/td><td><em>Red wine<\/em> (<em>Merlot<\/em> atau <em>Cabernet Sauvignon<\/em>)<\/td><td><em>Tannin<\/em> dalam wine memecah lemak daging dan menciptakan harmoni rasa yang gurih.<\/td><\/tr><tr><td><em>Seafood<\/em> (ikan, udang, cumi)<\/td><td><em>White wine<\/em> (<em>Sauvignon Blanc<\/em> atau <em>Pinot Grigio<\/em>)<\/td><td>Keasasan segar pada wine mengimbangi amis alami hidangan laut.<\/td><\/tr><tr><td>Salad segar atau hidangan ringan<\/td><td><em>Ros\u00e9<\/em> atau <em>White wine<\/em> ber-<em>body<\/em> ringan<\/td><td>Karakter buah yang segar menyempurnakan kesegaran sayuran.<\/td><\/tr><tr><td>Pasta dengan saus tomat<\/td><td><em>Red wine<\/em> ringan (<em>Pinot Noir<\/em> atau <em>Merlot<\/em>)<\/td><td>Keasaman saus tomat menyatu apik dengan karakter buah merah pada wine.<\/td><\/tr><tr><td>Ayam bakar atau sate berbumbu<\/td><td><em>Ros\u00e9<\/em> atau <em>Red wine<\/em> ringan yang didinginkan sedikit<\/td><td>Keasaman dan buah pada <em>ros\u00e9<\/em> mampu meredam kepekatan bumbu bakar yang kaya rempah.<\/td><\/tr><tr><td>Keju dan camilan gurih<\/td><td><em>White wine<\/em> segar atau <em>Red wine<\/em> rendah <em>tannin<\/em><\/td><td>Tekstur gurih keju berpadu lembut dengan keasaman wine.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diingat bahwa tidak ada aturan mutlak dalam hal <em>pairing<\/em>. Saus, bumbu rempah, metode memasak, hingga preferensi pribadi memegang peran besar dalam menentukan kecocokan rasa.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Kesalahan Umum Pemula Saat Memilih Wine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghindari pengalaman pertama yang kurang menyenangkan, perhatikan beberapa kekeliruan yang sering dilakukan pemula berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menganggap wine mahal pasti lebih enak: Selera bersifat sangat subjektif. Banyak botol terjangkau justru terasa lebih ramah di lidah pemula dibandingkan botol koleksi berharga tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Beranggapan <em>red wine<\/em> selalu berat: Padahal, banyak <em>red wine<\/em> berkarakter ringan dan segar yang sangat mudah diminum.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengira <em>white wine<\/em> selalu manis: Sebagian besar <em>white wine<\/em> di pasaran justru bercita rasa kering (<em>dry<\/em>) dan menyegarkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terlalu pusing memikirkan <em>vintage<\/em>: Bagi pemula, tahun panen tidak terlalu krusial kecuali jika mendalami koleksi wine langka.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempercayai aturan kaku <em>pairing<\/em>: Aturan makanan ada sebagai panduan, bukan hukum yang tidak boleh dilanggar. Eksperimen pribadi adalah cara terbaik menemukan kecocokan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>FAQ Seputar Wine untuk Pemula<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa wine yang paling cocok untuk pemula?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pemula, <em>Pinot Noir<\/em> untuk kategori merah atau <em>Sauvignon Blanc<\/em> dan <em>Riesling<\/em> (semi-sweet) untuk kategori putih adalah pilihan paling aman karena profil rasanya yang ramah di lidah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lebih enak red wine atau white wine?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini murni bergantung pada preferensi pribadi. <em>Red wine<\/em> cenderung lebih hangat dan ber-<em>tannin<\/em>, sementara <em>white wine<\/em> lebih segar, ringan, dan bernuansa buah cerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apakah ros\u00e9 wine manis?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak selalu. Sebagian besar <em>ros\u00e9<\/em> modern diproduksi dalam gaya kering (<em>dry<\/em>) yang menyegarkan dengan dominasi rasa buah beri merah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa perbedaan red wine dan white wine?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan utamanya terletak pada jenis buah anggur yang digunakan serta proses fermentasinya, di mana <em>red wine<\/em> menyertakan kulit anggur yang memberi warna dan <em>tannin<\/em>, sedangkan <em>white wine<\/em> hanya memfermentasi jus airnya saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apakah wine harus selalu diminum dingin?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. <em>White wine<\/em> dan <em>ros\u00e9<\/em> memang nikmat disajikan dingin, namun <em>red wine<\/em> justru paling ideal dinikmati pada suhu ruang sejuk agar aromanya berkembang maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wine apa yang cocok untuk makanan Indonesia?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ros\u00e9<\/em> segar atau <em>white wine<\/em> dengan tingkat keasaman seimbang sangat cocok dipadukan dengan hidangan ayam bakar, sate, atau masakan berbumbu rempah kaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa arti dry pada wine?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah <em>dry<\/em> berarti wine tersebut tidak memiliki rasa manis atau memiliki kadar sisa gula yang sangat rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa itu tannin pada red wine?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Tannin<\/em> adalah senyawa alami dari kulit dan biji buah anggur yang memberikan sensasi sepat atau rasa kering di lidah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bagaimana cara mengetahui wine yang disukai?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara terbaik adalah dengan mencicipi berbagai gaya berbeda secara bertahap, lalu mencatat varietas anggur serta tingkat kemarau (<em>dry<\/em>) atau kemanisan (<em>sweet<\/em>) dari botol yang dinikmati.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:20px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Menikmati Perjalanan Rasa Pertama<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki dunia wine tidak harus menjadi hal yang rumit atau mengintimidasi. Tidak ada satu jenis wine pun di dunia ini yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua pemula. Pilihan yang paling ideal selalu kembali pada preferensi rasa pribadi, jenis makanan yang disantap, serta suasana acara yang sedang dinikmati. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan mencicipi beberapa gaya berbeda, mulai dari <em>Pinot Noir<\/em> yang ringan hingga <em>Sauvignon Blanc<\/em> yang segar, lalu catat karakter apa yang paling membuat lidah merasa nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi yang ingin terus mengeksplorasi ragam minuman berkualitas, perjalanan eksplorasi rasa tidak berhenti pada wine saja. Menjelajahi dunia <em>spirits<\/em> lokal Indonesia kini semakin menarik berkat kehadiran <a href=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/our-products\/\">Vibe Liqueur &amp; Spirits<\/a>. Sebagai merek alkohol lokal asal Indonesia yang telah memenangkan berbagai penghargaan internasional, Vibe menawarkan beragam varian rasa dengan pilihan kandungan alkohol yang bermacam-macam. Koleksi produknya sangat fleksibel dan dapat diandalkan untuk meracik berbagai resep <em>cocktail<\/em> kreatif di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendapatkan inspirasi seputar <a href=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/cocktail-recipes\/\">resep cocktail<\/a>, rekomendasi <a href=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan\/\"><em>venue<\/em><\/a> menarik, hingga berbagai <a href=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/whats-on\/\">informasi unik<\/a> seputar dunia minuman, pembaca dapat langsung mengunjungi situs <a href=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/\"><strong>wekendvibe<\/strong><\/a>. Mulailah petualangan rasa dengan mencoba berbagai gaya wine favorit, bereksperimen dengan racikan <em>cocktail<\/em> lokal berkualitas, dan temukan karakter rasa yang paling sesuai dengan selera.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika pertama kali berdiri di depan rak minuman di supermarket atau restoran, deretan botol dengan label asing dan warna cairan yang berbeda bisa terasa sangat membingungkan. Ada botol berisi cairan merah pekat, kuning keemasan, hingga merah muda cerah. Bagi yang baru pertama kali ingin mencobanya, deretan pilihan ini sering kali membuat ragu: mana yang rasanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10827,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[169],"tags":[],"music_city":[],"event-months":[],"event_type":[],"event-years":[],"class_list":["post-10826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-food-drink"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9? - Weekend Vibe<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9? - Weekend Vibe\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika pertama kali berdiri di depan rak minuman di supermarket atau restoran, deretan botol dengan label asing dan warna cairan yang berbeda bisa terasa sangat membingungkan. Ada botol berisi cairan merah pekat, kuning keemasan, hingga merah muda cerah. Bagi yang baru pertama kali ingin mencobanya, deretan pilihan ini sering kali membuat ragu: mana yang rasanya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Weekend Vibe\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-29T06:58:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vibe Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vibe Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Vibe Admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dac55d0122c9de409cd81c4ded4de447\"},\"headline\":\"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9?\",\"datePublished\":\"2026-08-29T06:58:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/\"},\"wordCount\":2214,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp\",\"articleSection\":[\"Food &amp; Drink\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/\",\"name\":\"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9? - Weekend Vibe\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-29T06:58:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1429},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/panduan-wine-untuk-pemula\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/home\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/\",\"name\":\"Weekend Vibe\",\"description\":\"Info Konser &amp; Guide Nightclub Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#organization\",\"name\":\"Weekend Vibe\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/cropped-logo_vibe1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/cropped-logo_vibe1.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Weekend Vibe\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/vibe.indonesia\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dac55d0122c9de409cd81c4ded4de447\",\"name\":\"Vibe Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b5736f3c49e18c8a01eff078ef70af1719c6c7a9f3cc8e81ffecb5af889c1089?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b5736f3c49e18c8a01eff078ef70af1719c6c7a9f3cc8e81ffecb5af889c1089?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b5736f3c49e18c8a01eff078ef70af1719c6c7a9f3cc8e81ffecb5af889c1089?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vibe Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/wekendvibe.com\\\/en\\\/author\\\/admwvibe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9? - Weekend Vibe","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9? - Weekend Vibe","og_description":"Ketika pertama kali berdiri di depan rak minuman di supermarket atau restoran, deretan botol dengan label asing dan warna cairan yang berbeda bisa terasa sangat membingungkan. Ada botol berisi cairan merah pekat, kuning keemasan, hingga merah muda cerah. Bagi yang baru pertama kali ingin mencobanya, deretan pilihan ini sering kali membuat ragu: mana yang rasanya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/","og_site_name":"Weekend Vibe","article_published_time":"2026-08-29T06:58:49+00:00","author":"Vibe Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vibe Admin","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/"},"author":{"name":"Vibe Admin","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#\/schema\/person\/dac55d0122c9de409cd81c4ded4de447"},"headline":"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9?","datePublished":"2026-08-29T06:58:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/"},"wordCount":2214,"publisher":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wekendvibe.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp","articleSection":["Food &amp; Drink"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/","url":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/","name":"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9? - Weekend Vibe","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wekendvibe.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp","datePublished":"2026-08-29T06:58:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#primaryimage","url":"https:\/\/wekendvibe.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/wekendvibe.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Panduan-Wine-untuk-Pemula_-Merah-Putih-atau-Rose_-scaled.webp","width":2560,"height":1429},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/panduan-wine-untuk-pemula\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Wine untuk Pemula: Merah, Putih, atau Ros\u00e9?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#website","url":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/","name":"Weekend Vibe","description":"Info Konser &amp; Guide Nightclub Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#organization","name":"Weekend Vibe","url":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/wekendvibe.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/cropped-logo_vibe1.jpg","contentUrl":"https:\/\/wekendvibe.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/cropped-logo_vibe1.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Weekend Vibe"},"image":{"@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/vibe.indonesia\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/#\/schema\/person\/dac55d0122c9de409cd81c4ded4de447","name":"Vibe Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b5736f3c49e18c8a01eff078ef70af1719c6c7a9f3cc8e81ffecb5af889c1089?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b5736f3c49e18c8a01eff078ef70af1719c6c7a9f3cc8e81ffecb5af889c1089?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b5736f3c49e18c8a01eff078ef70af1719c6c7a9f3cc8e81ffecb5af889c1089?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vibe Admin"},"sameAs":["https:\/\/wekendvibe.com"],"url":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/author\/admwvibe\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10826"},{"taxonomy":"music_city","embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/music_city?post=10826"},{"taxonomy":"event-months","embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/event-months?post=10826"},{"taxonomy":"event_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/event_type?post=10826"},{"taxonomy":"event-years","embeddable":true,"href":"https:\/\/wekendvibe.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/event-years?post=10826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}