WHAT'S ON

Kulik Artis Bruno Mars: Penulis Lagu Yang Kini Menjadi Penyanyi Beken

Kulik Artis Bruno Mars: Penulis Lagu Yang Kini Menjadi Penyanyi Beken

Siapa Itu Bruno Mars?

Jika membahas dunia permusikan pop selama satu dekade terakhir, Bruno Mars bisa dianggap sebagai figur paling terkenal pada masa tersebut. Dengan beberapa lagunya yang menjadi hits paling besar pada tahun 2010an, Bruno Mars telah menempatkan dirinya sebagai salah satu ikon terkemuka dalam musik pop modern saat ini. Dengan karir yang sudah dimulai sejak usia dini, Bruno Mars mengawali popularitasnya sebagai seorang penulis musik untuk beberapa lagu hits hingga akhirnya menjadi salah satu bintang ikonik musik pop saat ini.

Dengan menggabungkan beberapa genre seperti funk, soul, R&B, reggae, disco, hingga musik rock, Bruno Mars memiliki katalog musik yang sangat luas selama karirnya bermusik, mulai dari penulis, produser, hingga penyanyi. Lahir dengan nama asli Peter Gene Hernandez pada 8 Oktober 1985, di Honolulu, Hawaii, dengan memiliki keturunan Filipina dan Puerto Rico dari orang tuanya, Bruno Mars merupakan salah satu dari enam bersaudara dengan keluarga yang aktif di dunia permusikan.

Dibesarkan dalam keluarga musik membuat Bruno Mars mendapatkan inspirasi dari berbagai genre musik sejak usia dini, baik dari ayahnya yang merupakan seorang anggota band Latin, maupun dari ibunya, yang juga merupakan seorang penyanyi dan penari. Pada usia empat tahun, Bruno Mars terlibat langsung dengan ranah permusikan, menjadi salah satu anggota dari band keluarganya yang bernama The Love Notes.

Selama masa kecilnya, Bruno Mars belajar berbagai alat instrumen musik seperti gitar, drum, dan piano, dengan memainkan beberapa lagu dari beberapa artis yang menjadi inspirasi Bruno Mars seperti Jimi Hendrix hingga Elvis Presley, dan terlibat bersama ayahnya sekaligus melakukan beberapa pertunjukan untuk bermusik selama dia bersekolah di Hawaii.

Awal Mula Karir Bruno Mars Yang Sederhana Kemudian Melambungkan Kesuksesan Bagi Sang Artis

Setelah lulus dari sekolah di Hawaii, Bruno Mars pindah ke Los Angeles untuk mengejar karir musiknya secara profesional. Perjalanannya tidak tanpa tantangan. Untuk pertama kalinya, dia menggunakan nama panggungnya yang masih dikenal hingga saat ini, nama panggung tersebut terinspirasi dari “Bruno”, nama panggilan dari keluarganya pada saat masih kecil, yang kemudian ditambahkan dengan “Mars” yang diambil dari sebutannya bahwa dia berasal dari planet Mars dikarenakan talentanya dalam bermusik.

Bruno Mars menghadapi banyak penolakan dari berbagai label untuk memulai karir musik profesionalnya. Namun, dia bertemu dengan penulis lagu dan produser Philip Lawrence dan memulai karirnya menjadi penulis musik dan juga produser untuk beberapa artis seperti Adam Levine, Sean Kingston, K’Naan, hingga Brandy pada penghujung tahun 2000-an. Duo Bruno Mars-Philip Lawrence, bersama dengan Ari Levine, juga membentuk tim penulisan lagu dan produksi yang bernama The Smeezingtons, pada tahun 2009.

The Smeezingtons dengan cepat mendapatkan pengakuan atas karya mereka, dimana mereka menulis beberapa lagu hits untuk berbagai artis, seperti “Right Round” dari rapper Flo Rida dan “Wavin’ Flag” dari penyanyi K’naan. Bruno Mars juga akhirnya memulai karirnya sebagai penyanyi solo ketika berkolaborasi dengan Far East Movement, yang kemudian kemudian disusul dengan rapper B.o.B untuk sebuah single yang berjudul “Nothin’ on You” pada tahun 2009 dan rapper Travie McCoy dengan single yang berjudul “Billionaire” setahun kemudian. Bruno Mars juga menjadi penulis dan juga produser untuk kedua lagu tersebut. 

Baik “Nothin’ on You” dan “Billionaire” mendapatkan kesuksesan secara komersial yang cukup signifikan, dimana kedua lagu tersebut bertengger di 10 besar chart musik di berbagai negara, dan berhasil memuncaki tangga chart lagu di Amerika Serikat dan Inggris untuk lagu “Nothin’ on You”.

Sumber gambar: Kompas.com

Setelah itu, Bruno Mars juga sukses menjadi penulis lagu untuk Cee Lo Green yang berjudul “Fuck You” bersama Philip Lawrence (sebagai The Smeezingtons), dan merilis EP perdananya yang berjudul “It’s Better If You Don’t Understand” dengan kembali berkolaborasi dengan Cee Lo Green dan juga B.o.B. Setelah sukses merilis EPnya, Bruno Mars akhirnya melakukan debut penuhnya sebagai penyanyi pada tahun 2010.

Sebelum merilis album debutnya yang berjudul “Doo-Wops & Hooligans” pada tahun tersebut, Bruno Mars merilis sebuah single untuk menyambut perilisan album tersebut yang berjudul “Just The Way You Are”, yang akhirnya menjadi single utama untuk album tersebut. Menampilkan campuran beberapa genre seperti pop, reggae, hingga R&B, album “Doo-Wops & Hooligans” mendapatkan kesuksesan secara komersial yang sangat baik untuk sebuah album debut.

Lagu “Just the Way You Are” memuncaki chart musik di berbagai negara, dan beberapa lagu lainnya seperti “Grenade”, “The Lazy Song”, “Marry You”, “ hingga “Count on Me” juga menjadi hits pada album tersebut, memuncaki beberapa chart musik yang tersebar di berbagai negara. Sebuah rentetan konser bertajuk “The Doo-Wops & Hooligans Tour” sebagai bagian dari promosi untuk album debutnya juga dilakukan, dan juga menjadi headliner untuk beberapa konser dari band seperti OneRepublic dan Maroon 5.

Tak hanya mendapatkan kesuksesan secara komersial, album “Doo-Wops & Hooligans” juga berhasil memenangkan Grammy Award perdana dari Bruno Mars untuk Penampilan Vokal Pop Pria Terbaik (untuk lagu “Just the Way You Are”) dan juga mendapatkan beberapa nominasi, menandakan album debut yang sangat baik dan menandakan popularitas Bruno Mars di ranah permusikan pop pada awal dekade 2010-an.

Ingin melanjutkan kesuksesan dari album debutnya dan sukses berkolaborasi sebagai featuring artist dengan beberapa rapper seperti Eminem, Lil Wayne, Wiz Khalifa, hingga Snoop Dogg, Bruno Mars mengumumkan album keduanya yang berjudul “Unorthodox Jukebox” yang dirilis pada tahun 2012, dengan genre yang lebih bervariatif dibandingkan dengan album debutnya, seperti hip-hop, R&B, soul, dan rock.

Sebuah single yang berjudul “Locked Out of Heaven” sudah dirilis terlebih dahulu sebelum “Unorthodox Jukebox”, dengan diikuti dengan beberapa single lain seperti “When I Was Your Man”, “Treasure”, “Gorilla”, dan “Young Girls”. Album “Unorthodox Jukebox” mendapatkan kesuksesan secara komersial, dengan langsung debut di nomor satu chart Billboard 200 dan beberapa single dari album ini berhasil memuncaki beberapa chart di berbagai negara. Dengan album “Unorthodox Jukebox”, Bruno Mars berhasil menjadi artis yang memiliki 5 single hits nomor satu tercepat setelah Elvis Presley

Bruno Mars juga mengadakan serangkaian konser yang bertajuk “Moonshine Jungle Tour” untuk mempromosikan album “Unorthodox Jukebox”, yang dimulai pada tahun 2013 hingga 2014 di berbagai negara yang tersebar di benua Amerika, Eropa, dan juga Asia, salah satunya termasuk Indonesia sebagai salah satu pemberhentiannya. Tak hanya itu saja, Bruno Mars juga diundang menjadi penampil utama untuk acara Super Bowl Halftime Show edisi ke-48 pada tahun 2013.

Dengan rentetan konser yang sukses, keberhasilan Bruno Mars untuk album kedua ini tidak hanya berhenti di situ saja. Selain berhasil mendapatkan kesuksesan secara komersial yang cukup signifikan, album “Unorthodox Jukebox” mendapatkan beberapa penghargaan musik, termasuk memenangkan penghargaan Grammy Awards pada tahun 2014 untuk Album Pop Terbaik dan juga mendapatkan beberapa nominasi untuk single “Locked Out of Heaven”. 

Pada tahun yang sama, Bruno Mars menjadi featuring artist untuk sebuah single yang berjudul “Uptown Funk” bersama musisi Mark Ronson. Single tersebut mendapatkan kesuksesan komersial yang luar biasa, menjadi salah satu lagu yang paling berpengaruh di ranah musik pop modern, memuncaki berbagai chart musik di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

“Uptown Funk” berhasil memenangkan penghargaan Grammy Awards untuk kategori Record of the Year dan Penampilan Duo/Group Terbaik pada tahun 2016. Bruno Mars juga kembali diundang sebagai bintang tamu bersama Beyoncé dan Coldplay untuk acara Super Bowl Halftime Show edisi ke-50. Pertunjukan tersebut menjadi pertunjukan Super Bowl Halftime Show dengan jumlah penonton paling banyak sepanjang sejarah.

Pada rentang waktu yang sama, Bruno Mars juga merilis album studio ketiganya dengan judul “24K Magic” yang dirilis pada tahun yang sama, setelah mengumumkan perilisannya sejak tahun 2014. Pada album ini, Bruno Mars mengambil arah musikal yang agak berbeda dengan album-album sebelumnya, kali ini dia merangkul penuh genre seperti funk dan R&B. 

Sempat ditunda perilisannya dikarenakan penampilan Super Bowl Halftime Show keduanya, Bruno Mars merilis single pertama dari album ini yang berjudul “24K Magic”, disusul dengan beberapa single seperti “That’s What I Like” dan “Versace on the Floor”. Selain itu, Bruno Mars juga berkolaborasi dengan rapper Cardi B untuk versi remix dari lagunya yang berjudul “Finesse”.

“24K Magic”, sama seperti dengan dua album Bruno Mars sebelumnya, juga mendapatkan kesuksesan secara komersial, dimana album “24K Magic” berhasil menempati posisi dua Billboard 200, dengan beberapa single dari album ini juga sukses menempati posisi lima besar berbagai chart musik di seluruh dunia, termasuk Billboard Hot 100, dengan lagu single “That’s What I Like” berhasil memuncaki chart musik tersebut.

Tak hanya itu saja, Bruno Mars juga mendapatkan banyak penghargaan untuk album “24K Magic”, termasuk 6 penghargaan Grammy Awards seperti Album of the Year, Album R&B Terbaik, dan Best Engineered Album, Non-Classical, dengan lagu single “That’s What I Like” mendapatkan penghargaan Song of the Year, Penampilan R&B Terbaik, dan lagu R&B terbaik.

Dengan perilisan 3 album dan juga beberapa single kolaborasi dengan beberapa artis kurun waktu beberapa tahun saja, Bruno Mars bisa dikatakan menjadi salah satu ikon musik pop terbesar untuk satu dekade terakhir, dan berpotensi menjadi legenda di ranah permusikan pop di masa yang akan datang.

Karya Terbaru Dari Bruno Mars

Sempat tidak merilis album selama beberapa tahun, pada tahun 2021, Bruno Mars bekerja sama dengan penyanyi dan rapper Anderson .Paak untuk membentuk proyek duo yang bernama Silk Sonic, sekaligus merilis album yang berjudul “An Evening with Silk Sonic” sebagai hasil dari kolaborasi tersebut.

Dipengaruhi oleh campuran dari genre soul dan funk yang hits pada tahun 1970-an, album ini menampilkan single hit yang berjudul “Leave the Door Open,” yang menerima kesuksesan secara komersial, dengan memuncaki beberapa chart musik di beberapa negara, termasuk chart musik Billboard Hot 100. Album tersebut juga memenangkan beberapa penghargaan, termasuk penghargaan Grammy Awards untuk Record of the Year, Song of The Year, Pertunjukan R&B Terbaik, dan lagu R&B Terbaik (seluruh penghargaan untuk lagu “Leave the Door Open”) pada tahun 2022.

Sejak tahun 2022 dan 2023, Bruno Mars menggelar beberapa konser di berbagai negara seperti Korea Selatan, Filipina, Brazil, Australia, Jepang, dan beberapa negara lainnya. Dia juga sedang merencanakan perilisan album keempatnya, 8 tahun setelah dirilisnya “24K Magic”. Dan pada tahun ini, Bruno Mars kembali mengumumkan akan mengadakan konser di beberapa negara yang tersebar di Amerika dan Asia, termasuk Indonesia.

Bruno Mars Mengubah Skena Musik Pop Selamanya

Pengaruh Bruno Mars dalam musik pop modern tidak dapat disangkal selama satu dekade dia berkarir. Kemampuannya untuk memadukan berbagai genre secara mulus di setiap albumnya membuat musiknya dapat diterima oleh banyak sekali penikmat dari berbagai kalangan usia. Suara Bruno Mars adalah perpaduan berbagai genre yang memang menjadi inspirasinya, mulai dari pop, R&B, funk, reggae, hingga rock. Dipadukan dengan kemampuannya dalam menulis lagu dengan sangat baik, menjadi sebuah kombinasi yang sangat luar biasa untuk karir dari seorang Bruno Mars.

Kemampuan Bruno Mars sebagai musisi untuk dapat membuat lagu-lagu hits ini dapat dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang didapatkan selama dia berkarir, termasuk 15 penghargaan Grammy Awards yang menjadikannya sebagai salah satu musisi dengan kemenangan paling banyak untuk penghargaan tersebut. Bruno Mars juga masuk ke dalam daftar Time’s 100 list dan juga mendapatkan posisi ke-41 musisi terbaik sepanjang masa oleh Billboard pada tahun 2019.

Bruno Mars juga dikenal karena penampilannya yang penuh energi dan kehadiran panggung yang karismatik. Pertunjukan langsungnya adalah bukti dedikasinya untuk menghibur audiensnya, menggabungkan koreografi yang rumit, instrumentasi langsung, dan keunggulan vokal. Beberapa penampilan Bruno Mars, seperti menjadi penampil di dua edisi Super Bowl Halftime Show, menjadikannya salah satu dari sekian banyak musisi yang bisa mendapatkan kesempatan tersebut, dan kedua edisi tersebut dianggap menjadi salah satu penampilan Super Bowl Halftime Show terbaik sepanjang masa, membuktikan kemampuan Bruno Mars untuk memberikan penampilan yang apik untuk para penontonnya.

Diluar karir bermusiknya, Bruno Mars juga aktif dalam filantropi, khususnya membantu komunitas asalnya di Hawaii dengan membangun yayasan bernama Hawai’i Community Foundation. Dia juga beberapa kali menggalang dana untuk beberapa musibah seperti Topan Haiyan di Filipina, badai Maria di Puerto Rico, hingga gempa bumi di Mexico. Selama pandemi COVID-19, Bruno Mars mendonasikan sekitar 1 juta dolar untuk para pegawai MGM, yang menjadi tempat dia melakukan beberapa konsernya selama berkarir, yang terdampak pandemi pada tahun 2020.

Sumber gambar: Tempo.co

Latest Posts

Kulik Artis NIKI: Dari Jakarta Menuju Global Buzz

Rasanya tidak mungkin jika sampai sekarang belum mengenal NIKI. Menjadi salah satu musisi paling populer yang berasal dari Indonesia, NIKI

Popular Posts